Rabu, 27 Oktober 2010

Bulutangkis di Indonesia


Menyoroti tentang prestasi olahraga bulutangkis diindonesia pada beberapa tahun terakhir sungguh memprihatinkan, padahal pada beberapa tahun sebelumya dapat dilihat prestasi yang mampu diraih Indonesia dalam mengikuti ajang even internasional, Indonesia mampu bicara banyak dan selalu menjadi juara dalam even-even tersebut. Dapat dilihat sejak tahun 60-an. Indonesia memegang peran penting dalam even even international.(Admin, 2008)
Penurunan prestasi bulutangkis diindonesia dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari atlit bulutangkis yang ada diindonesia, kurang adanya pemanfaatan teknologi yang ada dan beberapa faktor lain yang berperan penting. Dari factor teknologi dan fariasi latihan yang kurang ini akan sangat berpengaruh apa lagi bagi atlit bulutangkis pemula atau anak-anak. Atlit pemula dalam suatu prestasi olahraga adalah sebagai tombak masa depan karena mereka yang akan menjadi harapan kita dimasa yang akan datang. Namun kini atlit-atlit tersebut masih tidak mampu bersaing dengan atlit-atlit yang dicetak luar negri seperti cina korea dan negara-negara lain. Dilihat dari model latihan yang digunakan mereka sudah menerapkan pola model latihan yang sangat modern.(Renly , 2009)
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah mengapa dulu atlit Indonesia mampu menjuarai dan sekarang Indonesia terpuruk dalam hal ini?  Apakah Indonesia tidak menerapkan apa yang dulu atlit indoensia tempuh saat melakukan latihan seperti Rudi hartono dan Susi susanti lakukan? Tapi bukan ini masalah yang sebenarnya kita hadapi, masalah yang kita hadapi adalah teknologi. Di negara lain seperti cina dan korea dalam sebuah latihan dari tahun ketahun selalu mengalami peningkatan perubahan yang selalu selangkah lebih maju dan mengutamakan keefisienan dan keefektifan suatu latihan. Sedangkan di negara kita masih bertumpu pada model latihan yang pernah digunakan oleh atlit-atlit Indoesia yang pernah Berjaya di Eranya padahal dilihat dari keefektifan dan kefisienanya latihan seperti itu pada era saat ini sangatlah jauh tertinggal di bandingkan negara – negara lain dan kurang dapat memanfaatkan teknologi yang ada dalam sebuah latihan. (Metro Sport, 2010)
Dan latihan itu sendiri merupakan sebuah pondasi sukses bagi seorang atlit. Tak mungkin seorang atlit mencapai prestasi yang sangat tinggi tanpa sebuah latihan yang sangat berat. Di Indonesia banyak sekali bibit-bibit atlit olahraga yang dalam hal ini olahraga bulutangkis yang mempunyai potensi yang sangat besar untuk dapat bersaing di kancah internasional. Kita lihat kebelakang banyak kita temui pemusatan-pemusatan latihan dari tingkat daerah mulai Kabupaten sampai tingkat pusat.Dan bahkan dulu di PB Djarum Kudus banyak di jumpai atlit – atlit dari luar negeri yang berlatih bulutangkis di sana. Ini di karenakan prestasi atlit bulutangkis di Indonesia merangsang mereka untuk ingin berlatih dan mendalami model latihan yang di gunakan Indonesia di masa itu. Dari sini dapat kita lihat kejayaan dan sumbangsih Indonesia dalam perkembangan bidang olahraga bulutangkis di dunia pada era tersebut.(Admin, 2007)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar